5 Jenis Influencer di Dunia Instagram dari Jumlah Followersnya

5 Jenis Profesi Influencer di Dunia Instagram dari Jumlah Followersnya​

Jenis Influencer – Media sosial telah menjadi cara asik untuk berinteraksi dengan orang-orang. Teknologi hari ini membuat siapapun dapat terhubung setiap waktu. Kamu bisa dengan bebas mencari tahu topik obrolan yang kamu suka. Kamu juga bisa berbagi opini tanpa batas di media sosial. Jika banyak orang yang tertarik dengan opini dan kepribadianmu, kamu bahkan bisa tampil sebagai seorang influencer.

Istilah influencer dulu belum terkenal seperti sekarang. Bersamaan dengan naiknya popularitas Instagram, influencer sekarang menjadi profesi yang cukup diminati oleh generasi millennial. Kata influencer artinya orang yang mampu memberikan influence atau pengaruh tertentu. Karena mampu mengubah persepsi masyarakat, influencer sering digunakan ketika menjalankan strategi pemasaran.

Followers Instagram

Nah, kamu tentunya familiar dengan follower kan? Dari jumlah follower inilah seorang influencer bisa dibedakan ke dalam beberapa jenis. Jumlah follower berbanding lurus dengan besarnya pengaruh yang ditimbulkannya. Semakin banyak jumlah follower, jangkauan influencer juga menjadi semakin luas. Berikut ini adalah jenis-jenis influencer yang dibedakan berdasarkan dengan jumlah followernya.

1. Nano Influencer

Nano influencer adalah influencer dengan follower berkisar antara 1.000 hingga 10.000 di Instagram. Ini adalah level paling kecil dari jajaran influencer yang ada. Orang yang berada di kategori ini dapat dikatakan belum populer di Instagram. Namun kelemahan inilah yang menjadi keunggulan mereka. Rekomendasi seorang nano influencer seolah-olah hadir seperti opini jujur dari sahabat kamu sendiri.

Karena jumlah follower yang relatif kecil, nano influencer sangat memahami audiensnya. Brand yang menggunakan nano influencer bisa mengharapkan interaksi yang lebih tinggi dengan biaya yang rendah. Namun, secara jangkauan tetap tidaklah besar. Jika kamu ingin menyamai jangkauan satu orang macro influencer, dibutuhkan sekitar puluhan atau bahkan hingga ratusan nano influencer.

2. Micro Influencer

Ketika memiliki follower di kisaran angka 10.000 hingga 50.000 orang, kamu akan masuk ke dalam kategori micro influencer. Kategori ini dikatakan adalah bagian yang paling penting dalam influencer marketing. Micro influencer mampu menemukan ketertarikan secara spesifik di dalam followersnya. Survey dari eMarketer menyatakan 46% marketer berpendapat bahwa micro influencer paling efektif.

Seperti nano influencer, micro influencer memiliki kelemahan pada jangkauan kontennya. Namun, di sisi lain micro influencer memiliki peluang engagement yang tinggi jika dikemas dengan baik. Kategori ini juga efektif untuk menaikkan awareness tentang produk baru pada berbagai variasi komunitas.

3. Mid-tier Influencer

Satu tingkat di atas micro influencer, terdapat level mid-tier influencer dengan rentang 50.000 hingga 500.000 follower. Dengan jumlah ini, seorang influencer lebih mampu untuk mendapatkan sponsorship dan lebih dikenali oleh audiens. Dari segi marketing, mid-tier influencer masih lebih murah dari segi biaya dan relatif mudah dihubungi dibandingkan dengan macro maupun mega influencer.

Dari segi jangkauan audiens, mid-tier influencer memiliki skala yang lebih baik daripada nano dan micro influencer. Tidak hanya mempunyai follower setia dengan ketertarikan khusus, tetapi juga diimbangi dengan skala audiens yang cukup kuat untuk memberikan pengaruh tertentu di Instagram.

4. Macro Influencer

Jika kamu berada di tingkat macro influencer, kamu sudah layak disebut bintang Instagram. Dengan basis follower di angka 500.000 hingga 1.000.000, kamu bisa mendapatkan keuntungan yang mencukupi hidup hanya dari konten Instagram. Kebanyakan orang yang berada di tingkat ini adalah para figur publik seperti model, atlet, musisi, maupun aktor yang telah memiliki cukup popularitas.

Soal budget, macro influencer berada pada sweet spot antara biaya dan jangkauan. Dengan kata lain, macro influencer memiliki rasio CPM atau cost per impression yang paling efektif. Dari beberapa survey marketing yang ada, rata-rata influencer di level ini berada di angka follower sekitar 853.000 orang. Dengan angka itu, macro influencer memiliki ROI atau return of investment yang paling signifikan.

5. Mega Influencer

Posisi puncak atau top tier profesi influencer adalah mega influencer. Posisi ini diberikan kepada kamu yang berhak menyandang status selebriti di Instagram dengan fanbase minimal 1.000.000 orang. Mega influencer punya kemampuan dalam membentuk budaya populer, tren terbaru, hashtag, mempengaruhi selera produk, maupun mengarahkan perhatian audiens kepada tempat wisata baru. 

Karena fanbase nya yang besar, mega influencer memiliki cost atau biaya yang sangat mahal dan hanya dapat dikontak lewat talent manager. Mega influencer biasanya adalah deretan artis papan atas yang sudah malang melintang di dunia entertainment. Benefit utama ketika melibatkan mega influencer adalah mendapatkan skala terbesar dalam hal impact, brand lift, dan jangkauan audiens.

Nah, setelah mengetahui kategori influencer yang ada, kamu tentunya sudah memiliki gambaran jika ingin melibatkan influencer dalam strategi marketing. Dalam membuat campaign yang efektif, rasio antara biaya yang dikeluarkan dan impact yang diharapkan adalah kunci keberhasilan. Tetapi hal itu kembali lagi ke tujuan dari strategi, ingin mengutamakan interaksi atau hanya target penjualan saja.

Coba Aplikasi Toba.Ai secara GRATIS sekarang juga

Pakai kode TOBAINAJA dan rasakan pengalaman menganalisa Instagram dengan mudahnya

Butuh panduan atau ingin bertanya tanya dulu? Langsung saja klik di sini.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *