7 Tips Menjadi Content Creator Jagoan

7 Tips Menjadi Content Creator

7 Tips Menjadi Content Creator Jagoan – Saat mempelajari strategi pemasaran digital, maka kita akan mengenal istilah content creator. Secara sederhana, content creator adalah orang yang memegang posisi untuk membuat konsep sebuah konten. Biasanya pekerjaan paling utama yang dikerjakan seorang content creator adalah membuat content writing sebagai bagian utamanya. Baru kemudian hasil tulisannya divisualisasikan oleh graphic designer agar menjadi suatu kesatuan konten yang utuh dan siap dipublikasikan ke berbagai media.

Tips Menjadi Content Creator

Menjadi content creator di instagram yang handal sangat mungkin dilakukan dengan tips yang tepat. Namun hal tersebut membutuhkan waktu, usaha, dan sikap disiplin. Jika kamu mengikuti tips-tips berikut ini, tidak diperlukan waktu terlalu lama hingga kamu mampu menjadi pakar dalam membuat konten.

1. Selalu up-to-date

Jadilah seseorang yang selalu up-to-date dan paling paham tentang semua aspek di bidang content creator, tidak hanya yang relevan dengan kamu. Sebagai contoh, misalkan kamu adalah seorang produsen dari perakit mekanis untuk kendaraan kelas berat. Mengetahui sebanyak mungkin yang kamu bisa tentang jenis kendaraan, proses pembuatannya, dan pembelinya adalah hal yang penting.

Kamu juga harus mengetahui tentang inovasi di bidang content creator, tren, regulasi, peluang, dan resiko yang mungkin terjadi. Semakin kamu paham tentang bidang tersebut, maka akan semakin baik kamu dalam membuat konten yang memiliki nilai jual tinggi dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

2. Pahami audiens kamu

Untuk membuat konten yang bagus, seorang content creator harus paham tentang segmen audiens yang menjadi sasaran utamanya. Banyak hal harus dipahami oleh content creator seperti aktivitas sosial, minat, usia, pendidikan, gender, lokasi, waktu paling aktif, dan platform yang sering digunakan. Dalam hal ini, content creator harus mengamati data yang relevan untuk menggambarkan audiensnya.

Memahami audience bukan hal yang mudah, namun dengan adanya toba.ai, menganalisa audience merupakan hal yang gampang. Toba.ai dapat memunculkan rangkaian informasi terkait audience kamu, dan tentunya sanga tmudah untuk kamu pahami.

3. Selalu asah kemampuan

Terus mengembangkan kemampuan dalam membuat konten adalah modal penting bagi content creator. Misalkan kamu seorang copywriter pemula. Maka kamu harus terus berlatih copywriting hingga mahir. Kamu juga harus berlatih agar terbiasa untuk menghindari kesalahan penulisan yang mungkin terjadi seperti overwriting, frase yang janggal, maupun transisi paragraph yang kurang padu.

4. Sering berkarya

Semakin banyak konten yang kamu buat, semakin banyak traffic ke website yang kamu buat. Berdasar info dari HubSpot, perusahaan yang membuat 16 artikel blog perbulan memperoleh traffic hampir 3.5x daripada perusahaan yang hanya mempublikasikan 0-4 artikel blog perbulan. Semakin banyak kamu menulis, makin baik pula hasilnya. Jika kamu ingin menjadi penerbit perdana di industri content creator, kamu harus memiliki komitmen untuk menjadi digital content creator yang sangat handal.

5. Sisipkan persona dan value

Sering kali terjadi, konten dibuat hanya untuk mengisi jadwal konten atau mempublikasikan isu secara cepat. Hasil konten yang seperti itu bisa menjadi sangat hambar dan membosankan. Jangan ragu untuk menyisipkan persona kamu atau value perusahaan ke dalam konten. Membuat konten tidak hanya sebatas menulis kalimat sesuai kaidah dan pemilihan kata. Akan tetapi juga tentang bagaimana kamu menyampaikan gagasan secara bebas, dengan tetap berpegang pada strategi konten marketing.

6. Berikan contoh dan perumpamaan

Memberikan contoh dalam kontenmu dapat membuat alur berpikir menjadi lebih realistis dan mudah dipahami oleh audiens. Misalkan kamu membuat konten tentang perbedaan antara garam biasa dan garam Himalaya. Maka kamu harus membuat contoh yang dapat dipahami oleh audiens misalnya : “Pada jumlah sama, garam Himalaya memiliki kadar natrium yang lebih rendah daripada garam dapur. Jika dipakai, maka garam Himalaya akan memiliki rasa asin yang lebih rendah daripada garam dapur”.

7. Gunakan sudut pandang audiens

Saat membuat konten, bicaralah dari sudut pandang audiens. Ketika kamu mempertahankan sudut pandangmu, maka kamu akan kehilangan kesempatan untuk menunjukkan bahwa kamu paham kebutuhan dan tantangan yang dihadapi audiens. Sudut pandang audiens akan lebih menarik dibaca serta berpeluang lebih besar untuk memicu terjadinya interaksi audiens terhadap konten kamu.

Coba Aplikasi Toba.Ai secara GRATIS sekarang juga

Pakai kode TOBAINAJA dan rasakan pengalaman menganalisa Instagram dengan mudahnya

Butuh panduan atau ingin bertanya tanya dulu? Langsung saja klik di sini.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *