Powered by Toba.AI

Hingga akhir tahun 2020, perkembangan penanganan kasus Covid-19 justru semakin memburuk. Mengutip dari halaman resmi Satgas Penanganan Covid-19, jumlah kasus positif mencetak rekor runner up harian pada hari Selasa (29/12) sebanyak 7.903 kasus. Hampir menyaingi rekor tertinggi hariannya pada tanggal 3 Desember 2020 yang mencapai 8.369 kasus. Jumlah tersebut menjadikan total kasus positif Covid-19 di Indonesia berada pada angka 727.122 kasus, dengan jumlah sembuh 596.783 kasus (82.1%) dan jumlah meninggal 21.703 kasus (3.0%). Dari angka statistik tersebut, banyak pihak yang mempertanyakan kinerja pemerintah dalam 9 bulan terakhir, terutama soal pengendalian pandemi Covid-19. Reshuffe 6 menteri baru dalam Kabinet Indonesia Maju pun dipandang sebagai upaya pemerintah untuk mengembalikan kepercayaan publik yang telah terkikis.

Percakapan warga Twitter seputar kata kunci “pemerintah” tampaknya amat menggelora dalam beberapa hari terakhir. Hasil analisis Toba.AI mencatat bahwa jumlah tweet yang menggunakan kata “pemerintah” mencapai angka 3.970 pada tanggal 24 Desember 2020. Angka tersebut perlahan sedikit menurun di tanggal 25-27 Desember sebelum akhirnya kembali menanjak secara signifikan pada tanggal 28 Desember 2020.

Akun berita online milik harian Kompas (@kompascom) menjadi akun yang paling banyak menggunakan kata kunci “pemerintah” dengan jumlah tweet sebanyak 45 kali. Kemudian disusul oleh akun berita online lain yaitu Kumparan (@kumparan) dengan jumlah tweet sebanyak 23 kali. Dari tinjauan ke akun @kompascom, topik tweet yang terkait dengan “pemerintah” diantaranya adalah penerbitan Permenkes Nomor 84 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, opini pakar epidemiologi yang menilai pemerintah tidak serius dalam menangani pandemi, dan potensi lonjakan kasus positif Covid-19 pasca libur Natal dan tahun baru. Senada dengan @kompascom, akun @kumparan pun mengangkat isu-isu yang berhubungan dengan penanganan pandemi yaitu gagalnya himbauan pemerintah untuk tidak melakukan mudik Natal dan tahun baru yang diketahui dari perhitungan cepat bahwa rakyat menghabiskan sekitar Rp 442,2 miliar untuk Rapid Test Antigen serta membengkaknya hutang pemerintah selama pandemi hingga hampir menembus Rp 6.000 triliun.

Bersama dengan kata kunci “pemerintah”, kata “penghargaan”, “pengusiran”, “pengurus”, “penyebab”, dan “penista” menjadi kata yang paling banyak muncul di tweet. Selain kata-kata tersebut, kata “penyakit”, “penyaluran”, “isolate”, “ngutang”, dan “isunya” juga ditemukan bersinggungan dengan kata “pemerintah”. Secara menarik, kata “penghargaan” menjadi kata dengan frekuensi penyebutan terbanyak (4.040 kali) di tanggal 24 Desember 2020. Hal ini mungkin dapat dikaitkan dengan berita @kompascom tentang pemberian penghargaan Kota Peduli HAM untuk Provinsi DKI Jakarta yang telah memenuhi 7 kriteria yaitu hak atas kesehatan, pendidikan, perempuan dan anak, kependudukan, pekerjaan, perumahan yang layak, serta lingkungan yang berkelanjutan.

Sedangkan untuk analisis sentimen, secara umum saat ini (30/12) didominasi (41.70%) oleh kelompok “negatif”. Meskipun demikian, ternyata persentase kelompok “negatif” beda tipis dengan persentase kelompok “netral” (41.70% > 40.00%) dalam kurun waktu 7 hari terakhir. Persentase “positif” yang sangat kecil (18.30%) dapat menjadi gambaran bahwa sentimen warga Twitter terhadap “pemerintah” sangat jauh dari kondisi ideal, sejalan dengan berlakunya kebijakan yang mengundang tanda tanya.

Hasil analisis Toba.AI berdasarkan kata kunci “pemerintah” menunjukkan bahwa ada peningkatan penggunaan kata tersebut sejak tanggal 24 Desember 2020. Di jagad Twitter, puncak penggunaan kata “pemerintah” terjadi pada tanggal 24 dan 28 Desember 2020 dengan frekuensi tweet sebanyak 3.970 dan 2.344 kali. Kata “pemerintah” bersinggungan dengan kata-kata yang berkaitan dengan dunia politik dan pengendalian pandemi seperti “penghargaan”, “penyaluran”, dan “pengurus”. Selama 7 hari terakhir, sentimen positif masyarakat terhadap “pemerintah” berkurang sebesar 15.33% yang kemudian berubah drastis menjadi sentimen netral (6.45%) dan negatif (8.88%). Di akhir tahun 2020 ini, pemerintah memiliki tantangan besar untuk fokus dalam hal pemulihan kepercayaan publik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *