FASE KETIGA KAMPANYE PILKADA : MEDIA MASSA, CETAK, DAN ELEKTRONIK

Powered by Toba.AI

Jelang perhelatan demokrasi Pilkada serentak di akhir tahun ini, pemerintah tetapkan tanggal 9 Desember sebagai hari libur nasional. Melalui surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2020 yang dipublikasikan hari Jumat (27/11) di laman resmi Sekretariat Kabinet RI, kebijakan tersebut ditetapkan dengan pertimbangan guna memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi warga negara untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur, Bupati-Wakil Bupati, serta Walikota-Wakil Walikota secara serentak di beberapa provinsi dan kabupaten / kota.

Sejalan dengan datangnya hari Pilkada, tren dinamika media sosial khususnya Twitter menunjukkan adanya peningkatan jumlah tweet atau cuitan dengan kata kunci “pilkada” sejak tanggal 23 November dan terus meningkat pada 27 November 2020. Hal ini menandakan masuknya fase ketiga kampanye Pilkada yaitu kampanye melalui media massa, cetak, dan elektronik. Pilkada kali ini tentunya akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena diselenggarakan di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Lebih jauh lagi, penggunaan kata kunci “pilkada” paling banyak dilakukan oleh akun Aji_Saka (@AjiSaka09882948) yaitu sejumlah 302 kali dan disusul oleh akun Sekar_Maharani (@SekarMa29915870) sebanyak 197 kali. Jumlah ini dapat dikatakan cukup tinggi jika dibandingkan dengan jumlah kata kunci “pilkada” yang muncul hingga 1.346 kali di tanggal 27 November 2020. Kedua akun tersebut ternyata juga terhubung dengan akun Polres Trenggalek (@1trenggalek) yang sejak tanggal 26 November 2020 sudah aktif mengunggah tweet yang berhubungan dengan pilkada dan protokol kesehatan melalui tagar #PilkadaDamaiTaatProkes serta #WargaSehatPilkadaAman. Tren “pilkada” yang naik pesat ini nampaknya masih akan terus bertambah hingga dua pekan kedepan.

Bersama dengan “pilkada”, kata “2020pilkadadamaitaatiprokes”, “dewan”, “produksi”, dan “protokol” menjadi kata yang paling banyak muncul di tweet. Selain kata-kata tersebut, kata “2611202”, “kamis”, dan “polresmuratara” juga ditemukan bersinggungan dengan kata “pilkada”.

Sedangkan untuk analisis sentimen, secara umum saat ini didominasi oleh kelompok “netral”. Meskipun demikian, nampaknya persentase kelompok “negatif” melebihi persentase kelompok “positif” dalam kurun waktu 7 hari terakhir. Kasus terkait pemerintahan seperti tertangkapnya Edhy Prabowo, selaku Menteri Kelautan dan Perikanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mungkin ada pengaruhnya terhadap sentimen warganet menjelang datangnya hari pemilihan para wakil rakyat.

Dari analisis tren kata “pilkada” per hari ini (29/11), Toba.AI menyajikan informasi bahwa ada peningkatan penggunaan kata tersebut pada kanal media sosial khususnya Twitter sejak tanggal 23 November 2020 dan terus meningkat di tanggal 27 November 2020. Kata “pilkada” bersinggungan dengan kata-kata yang berkaitan dengan pemerintahan dan kewaspadaan terhadap Covid-19 seperti “dewan” dan “protokol”. Dalam 7 hari terakhir, sentimen positif masyarakat terhadap kata “pilkada” berkurang 14.60% yang kemudian berubah menjadi sentimen netral (14.21%) dan negatif (0.38%).

Ingin tahu lebih banyak tentang produk Toba.AI? Cek ke website widyaanalytic.com kami di link yang ada di bawah ini.

Post Views: 28