Sinovac, Langkah Pertama Pemerintah Menyelesaikan Pandemi Covid-19

Powered by Toba.AI

Bahasan tentang vaksin Sinovac menjadi salah satu trending topic yang akhir-akhir ini sering muncul di kanal media sosial Twitter. Berdasarkan hasil monitoring Toba.AI, terjadi peningkatan jumlah tweet dengan kata kunci “sinovac” pada tanggal 9 Desember 2020. Mengutip kanal Youtube resmi Sekretariat Presiden, presiden Jokowi menyatakan bahwa vaksin produksi China itu telah sampai di Indonesia sejak 6 Desember 2020 sebanyak 1,2 juta dosis. Gelombang kedua vaksin tersebut juga direncanakan sampai di Indonesia pada awal Januari 2021 sebanyak 1,8 juta dosis, sehingga total jumlahnya menjadi 3 juta dosis.

Tidak hanya dalam bentuk jadi, vaksin Sinovac ternyata juga didatangkan dalam bentuk curah. Pada bulan Desember ini, 15 juta dosis akan tiba di Indonesia, yang disusul dengan 30 juta dosis pada bulan Januari 2021. Bahan baku ini nantinya akan diproses oleh Bio Farma dengan pengawalan ketat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini tentu menimbulkan banyak spekulasi warganet terhadap efektivitas vaksin tersebut. Belum lagi apabila dikaitkan dengan persoalan kehalalannya. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim, aspek jaminan halal tentunya menjadi isu esensial yang sangat diperhatikan. Jumlah tweet tentang “sinovac” mencapai angka 456 kali setelah adanya Konferensi Pers Online Kedatangan Vaksin Covid-19 (07/12) di kanal Youtube Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Untuk akun Twitter, ternyata yang banyak menyebut kata “sinovac” adalah akun resmi berita online seperti Kompas (@kompascom) dan Okezone (@okezonenews). Selain secara spesifik memberi kabar tentang kedatangan vaksin Sinovac ke Indonesia, topik yang masih berkaitan dengan “sinovac” adalah kelompok prioritas dalam distribusi vaksin Sinovac seperti tenaga medis, aparat keamanan, pelayanan publik, tenaga pendidik, dan aparat pemerintahan dengan total kurang lebih 107 juta penduduk. Nantinya, tidak semua masyarakat memperoleh vaksinasi gratis dan harus membayar secara mandiri. Untuk itu, Bio Farma mematok harga vaksin sebesar kira-kira 200 ribu rupiah per dosisnya.

Bersama dengan kata kunci “sinovac”, kata “tempobisnis”, “tempat”, “depok”, “230jt”, dan “teori” menjadi kata yang paling banyak muncul di tweet. Selain kata-kata tersebut, kata “jenis”, “idea”, “kecepatan”, dan “vaksincorona” juga bersinggungan dengan kata “sinovac”.

Sedangkan untuk analisis sentimen, secara umum saat ini sangat didominasi (84.30%) oleh kelompok “netral”. Meskipun demikian, nampaknya nilai persentase kelompok “negatif” melebihi kelompok “positif” (9,20% > 6,50%) dalam kurun waktu 7 hari terakhir. Persentase “netral” yang sangat dominan mungkin bisa menjadi gambaran singkat bahwa masyarakat tampaknya belum banyak mengetahui tentang vaksin Sinovac tersebut baik secara distribusi maupun efektivitasnya dan cenderung tidak berspekulasi lebih jauh terhadap hal tersebut.

Hasil analisis Toba.AI berdasarkan kata kunci “sinovac” menunjukkan bahwa terdapat peningkatan penggunaan kata tersebut sesaat setelah hadirnya vaksin Sinovac di Indonesia pada tanggal 6 Desember 2020. Di kanal Twitter, puncak penggunaan kata “sinovac” terjadi pada tanggal 9 Desember 2020 dengan jumlah sebanyak 456 kali. Kata “sinovac” ternyata bersinggungan dengan kata-kata yang berkaitan dengan penanganan Covid-19 seperti “vaksincorona”, “kecepatan”, dan “teori”. Selama 7 hari terakhir, sentimen positif dan negatif masyarakat terhadap kata “sinovac” masing-masing berkurang sebesar 26.87% dan 24.15% yang kemudian berubah secara signifikan menjadi sentimen netral (51.01%).

Ingin tahu lebih banyak tentang produk-produk dan layanan analisis big data berbasis teknologi AI? Kunjungi situs web resmi kami di link berikut.